Mesin kehilangan tenaga hanya ketika AC diatur ke suhu yang lebih dingin pada kecepatan sekitar 80km/jam, tetapi kembali normal ketika thermostat diatur lebih hangat, hampir selalu menunjukkan berkaitan dengan beban. Ketika AC membutuhkan pendinginan maksimal, kompresor meningkatkan beban secara tajam. Sistem mesin/ECU yang sehat akan langsung mengkompensasinya. Jika mesin tersendat, ada sesuatu yang rusak dalam rangkaian tersebut.
Melihat kondisi diatas, maka banyak poin yang akan dibahas dan pembahasan ini akan memberikan gambaran yang luas bagaimana menelusuri permasalahan memerlukan pengertian yang luas mengenai kerjanya kendaraan.
Berikut adalah daftar lengkap penyebab yang realistis, dikelompokkan berdasarkan sistem sehingga dapat mendiagnosis secara logis.
- Penyebab yang berkaitan dengan sistem AC (Masalah beban kompresor)
Ini adalah penyebab yang
paling umum ketika gejala berubah dengan pengaturan suhu AC.
- Beban berlebih kompresor AC/keausan internal, kompresor dengan bantalan yang aus atau hambatan internal dapat “macet” sesaat ketika diperintahkan untuk pendinginan penuh. Ini menciptakan beban mesin yang tiba-tiba dan tersendat.
- Kopling kompresos selip atau tersangkut, jika kopling terhubung dengan kasar atau selip di bawah beban tinggi, hal itu menyebabkan hentakan atau tersendat.
- Kelebihan refrigerant atau penyumbatan, terlalu banyak refrigerant atau katup ekspansi yang sebagian tersumbat membuat kompresor bekerja terlalu keras pada pengaturan suhu rendah.
- Kipas kondensor lemah/tidak berjalan, aliran udara yang buruk meningkatkan tekanan kompresor, beban lebih tinggi dan mesin akan tersendat pada kecepatan tinggi.
Petunjuk : Tersendat hanya terjadi saat AC diatur pada suhu paling rendah, bukan saat AC mati atau lebih hangat
- Kegagalan Mengatasi Beban Mesin (ECU & Sensor)
Saat beban AC meningkat, ECU harus meningkatkan putaran idle dan pengiriman bahan bakar.
Jika sensor lemah, ECU tidak dapat melakukan kompensasi.
- Kontrol udara idle (IAC) atau throttle body elektronik rusak, respon yang lambat menyebabkan tersendat saat beban AC meningkat
- Sensor aliran massa udara (MAF) lemah, sensor melaporkan aliran udara kurang dari seharusnya, ECI tidak menambahkan cukup bahan bakar, terjadi gejala tersendat.
- Throttle body kotor, mengurangi aliran udara dan menunda respon throttle saat beban tiba-tiba meningkat
- Sensor MAP rusak, pembacaan tekanan manifold yang tidak akurat menyebabkan penyesuaian bahan bakar yang salah.
- Kegagalan sinyal beban AC ECU, jika saklar tekanan AC atau sinyal permintaan AC tidak mencapai ECU, mesin tidak akan bersiap untuk beban kompresor.
Petunjuk : Gejala tersendat lebih buruk saat terjadi perubahan beban AC yang tiba-tiba
- Masalah Pengiriman/Penyaluran Bahan Bakar (Terungkap karena konsumsi BBM meningkat oleh beban AC)
Saat beban AC meningkat, sistem bahan bakar yang lemah menjadi jelas.
- Pompa bahan bakar lemah, tidak dapat memasok cukup bahan bakar saat beban meningkat
- Filter bahan bakar kotor, membatasi aliran pada kecepatan tinggi
- Injektor rusak, pola semprotan yang buruk menyebabkan tersendat saat beban ekstra
- Kinerja regulator tekanan bahan bakar rendah, tekanan turun saat beban meningkat
Petunjuk : Mobil terasa normal pada beban ringan tetapi kesulitan saat AC bekerja keras.
- Kelemahan Sistem Pengapian
Beban ekstra mengungkap masalah pengapian.
- Koil pengapian lemah, mesin tersendat hanya muncul saat beban
tinggi - Busi, percikan api lebih sulit membakar campuran udara & BBM saat mesin berbeban tinggi
- Grounding buruk atau baterai lemah, beban AC menurunkan tegangan, pengapian melemah.
Petunjuk : Getaran ringan atau sensasi mesin tersendat saat AC di suhu rendah
- Masalah Mekanis Mesin
Kurang umum, tapi mungkin terjadi
- Kompresi mesin rendah, beban AC membuat mesin kesulitan
- Timing chain tidak tepat, menyebabkan tersendat saat beban tinggi
- Penumpukan karbon, mengurangi aliran udara dan meningkatkan kecenderungan knocking
Petunjuk : Tenaga terasa lemah secara umum, tidak hanya pada AC
- Masalah Presure Sensor AC/Thermostat Control
Penyebab jika thermostat atau control sensor mengirimkan sinyal yang salah :
- Kerusakan saklar tekanan AC, menyebabkan kompresor berputar tidak teratur, emnciptakan lonjakan beban tiba-tiba
- Unit kontrol thermostat rusak, memerintahkan pendinginan maksimum bahkan ketika tidak diperlukan, membebani kompresor
- Sensor suhu evaporator rusak, mencegah kompresor memodulasi dengan benar.
Petunjuk : AC berputar agresif atau mengeluarkan udara terlalu dingin
- Masalah Beban Sistem Kelistrikan
AC pada suhu rendah meningkatkan beban listrik (kecepatan blower, kopling, kipas), berikut penyebabnya :
- Alternator lemah, tegangan turun, ECU; pengapian dan sensor berkinerja buruk
- Grounding buruk, menyebabkan pembacaan sensor tidak stabil saat beban tinggi
- Baterai hampir habis, tegangan turun saat beban AC meningkat.
Petunjuk : lampu sedikit redup saat AC di atur pada suhu rendah
Cara mendiagnosis secara
profesional (langkah demi langkah), mekanik atau bengkel harus mengikuti aturan berikut :
- periksa ECU untuk sinyal beban AC, penyesuaian bbm, jumlah misfire
- periksa beban kompresor AC menggunakan alat pengukur manifold
- periksa pengoperasian kipas kondensor pada pengaturan suhu rendah
- ukur tekanan bbm saat beban tinggi
- periksa respon MAF, MAP dan throttle body
- uji output alternator dengan AC pada pengaturan maksimal
- periksa kinerja koil pengapian saat beban tinggi.
7 point ini akan mengisolasi penyebab pastinya dengan cepat sehingga mekanik akan dengan mudah mengidentifikasi permasalahannya dan menyelesaikan masalah yang terjadi dengan lebih mudah.

